Machica Mochtar mengunjungi Polda Metro Jaya untuk menjemput putranya, Iqbal Ramadhan, yang ditangkap oleh aparat kepolisian saat melakukan demonstrasi di depan Gedung DPR pada hari Kamis (22/8). Selain ditangkap, Iqbal Ramadhan yang merupakan staf LBH Jakarta juga dilaporkan mengalami tindakan kekerasan yang mengakibatkan patah hidung. Peristiwa ini juga diceritakan oleh Machica. Machica menyatakan, "Saya datang untuk menjemput anak saya," di Polda Metro Jaya pada hari Jumat, 23 Agustus, sebagaimana dilaporkan oleh detikHot. "Saya akan membawanya ke rumah sakit karena hidungnya patah. Oleh karena itu, saya perlu membawanya untuk mendapatkan perawatan. Saya ingin melakukan visum terlebih dahulu." "Saya baru akan bertemu dengan anak saya. Saya belum mengetahui bagaimana keadaannya, yang jelas saya ingin melihat kondisinya terlebih dahulu sebelum mengambil langkah selanjutnya," tambahnya. Machica juga mengungkapkan bahwa anaknya sempat menghubunginya pada malam sebelumnya sekitar pukul 21.00 WIB dan menceritakan tentang kondisi hidungnya. "Semalam dia sempat menelepon, 'Bunda, saya baik-baik saja.' Lalu saya bertanya, 'Iqbal, di mana kamu? Apakah kamu baik-baik saja?' Dia menjawab, 'Saya sudah di Polda, Bunda,' dan hanya menyebutkan bahwa hidungnya patah," jelas Machica. Iqbal Ramadhan dikenal sebagai Asisten Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Ia merupakan salah satu dari 20 individu yang dilaporkan ditangkap saat demonstrasi menolak revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah di depan DPR. "Saya sudah mencoba menghubungi pihak kepolisian. Teman-temannya telah berkoordinasi dengan saya. Terdapat dua orang yang ditangkap dari Lokataru, yang merupakan inisiatif anak saya. Direktur dari Lokataru tersebut masih belum diketahui keberadaannya," ungkap Machica. Gelombang demonstrasi berlangsung di berbagai daerah, termasuk Jakarta, pada hari Kamis (22/8) yang lalu. Aksi tersebut merupakan bentuk protes masyarakat terhadap DPR dan pemerintah yang berencana untuk mengesahkan RUU Pilkada. Penanganan terhadap aksi demonstrasi ini mendapatkan kritik karena aparat kepolisian diduga menggunakan kekuatan yang berlebihan dan bertindak secara brutal. Sebanyak 301 orang dilaporkan ditangkap dalam aksi tersebut. Rincian penangkapan mencakup 108 orang di Polres Metro Jakarta Pusat, 143 orang di Polres Metro Jakarta Timur, dan 50 orang di Polda Metro Jaya. "Jumlah total yang diamankan adalah 301 orang," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan pada hari Jumat (23/8).
404
Jangan Ketinggalan, Catat Jadwal Ramadan Sale Dari Boombastrip
Menteri Kebudayaan Meresmikan Kepri Ramadhan Fair 2025 Di Kota Tanjungpinang
404
Jangan Ketinggalan, Catat Jadwal Ramadan Sale Dari Boombastrip
Menteri Kebudayaan Meresmikan Kepri Ramadhan Fair 2025 Di Kota Tanjungpinang